Masyarakat Sekitar Karyamulya Kota Cirebon Keluhkan, Kondisi Jalan Swasembada Rusak Parah

Kondisi Jalan Swasembada Rusak Parah

Kondisi Jalan Swasembada Rusak Parah yang Tak Kunjung Diperbaiki

Kota Cirebon, (penacirebon.com) – Ruas jalan Swasembada Kelurahan Karangmulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat, kondisi sangat memperhatikan pasalnya banyak lubang sepanjang jalan tersebut sehingga kerap kali khusunya pengendara roda dua mengalami kecelakaan tunggal.

Pantauan penacirebon.com saat dilapangan, ruas jalan Swasembada Karangmulya ini, merupakan akses jalan alternatif penghubung jalan perjuangan ke jalan evakuasi bahkan jalan kalitanjung Kota Cirebon.

Saat dikonfirmasi Terkait kondisi jalan tersebut, Tono (46) salah warga perumahan nusa enda Kelurahan Karangmulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon mengatakan, “Saya pindah dari Indramayu ke Kota Cirebon pada tahun 2017, jalan swasembada sudah ada beberapa yang rusak atau berlubang, apa lagi setelah hujan menjadu langganan tergenang air dengan ketinggian kurang lebinya 20-30 cm, tetapi setelah hujan cepat surut.

Untuk kondisi saat ini, kodisinya sangat parah banyak lubang bahkan, saya menjadi korban kecelakaan tunggal pada tahun 2020 kemarin karena tidak kelihatan ada lubang tertutup genangan air”, katanya.

Saya berharap kepada Pemerintah Kota Cirebon, jalan swasembada ini, agar bisa dilaksanakan perbaikan secepatnya dikarenakan sangat merugikan masyarakat dan memperlambat perputaran roda perekonomian masyarakat, unjarnya.

Seraya dikatan, Ujang (38) pedagang keliling bakso menggunakan sepeda motor saat dikonfirmasi Terkait kondisi jalan tersebut mengatakan, “Saya kontrak rumah didaerah sekitar pemukiman jalan Majasem kalau asli dari kuningan, untuk setiap hari saya menjajakan jualan bakso di perumahan nusa endah dan mega indah semenjak tahun 2016 lalu.

Pada 2016 jalan swasembada ini, kondisi masih bagus, tapi mulai 2017 mulai rusak dan hingga sekarang makin parah kondinya, banyak lubang”, katanya.

Lanjutannya, Pada tahun 2021 kemarin sekitar pukul 10.00 wib pagi, saya juga menjadi korban kecelakaan tunggal karena menghindari lubang tertutup genangan air, sehingga hilang keseimbangan. “Saya ingat terus mas, dengan kejadian tersebut karena baru berangkat dari kontrakan untuk berjualan.

bakso dan peralatan berserakan di tengah jalan, tapi alhamdulillah hirobilalami hanya luka ringan tetapi saya mengalami kerugian kalau ditaksir modal Rp. 700 ribu, belum peralatan mangkuk, gelas, gerobak, sepeda motor menjadi rusak”. Hanya bisa pashrah, dengan kondisi tersebut, mau minta ganti kesiapa, mas, unjarnya.

Ujang berharap kepada yang memiliki kewenangan untuk perbaikan jalan swasembada agar secepatnya diperbaiki sehingga tidak ada lagi yang menjadi korban kecelakaan tunggal seperti dirinya. Pungkasnya. *PC1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *