Pesan Terakhir Pegi di Mapolda Jabar, Kartini Menangis Saat Mendengar Pengakuan Anaknya

Ibu Pegi Setiawan, Kartini menangis mendengar pesan terakhir dari anaknya

Kartini Menceritakan Pengalamannya Saat Bertemu dengan Anaknya, Pegi, di Mapolda Jabar

Penacirebon.com, CIREBON – Kartini (Ibu dari Pegi Setiawan) menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan anaknya, Pegi, di Mapolda Jabar pada Sabtu (25/5).

Dalam pertemuan tersebut, Kartini menanyakan tentang keterlibatan Pegi dalam kasus pembunuhan yang sedang diselidiki. “Saya tanya, ‘Gih, apakah kamu pernah melakukan hal sekeji itu? Apa kamu kenal sama Egi dan Vina?'” ujarnya.

Pegi menjawab dengan tegas, “Demi Allah, demi Rasulullah, Mak, saya tidak kenal sama yang namanya Egi dan Vina. Saya tidak melakukan hal sekeji itu.” Kartini mengutip jawaban anaknya tersebut dengan penuh kesedihan.

Ketika ditemui di Mapolda Jabar, Pegi bahkan meminta maaf kepada sang ibu. Ia memberikan pesan yang membuat Kartini menangis saat itu juga. “Anak saya berpesan, ‘Mak, jikalah nanti mama pulang, kalau saya tidak ada umur, saya minta maaf,'” kata Kartini sambil menirukan suara Pegi dengan air mata yang berlinang.

Pegi juga mengatakan bahwa ia rela menjadi korban dari tuduhan tersebut. “Saya rela dan ikhlas, Mak, jadi tumbal anak orang yang berpangkat.

Saya enggak apa-apa mati syahid, saya menanggung dosa orang yang punya. Saya orang enggak punya, enggak apa-apa kalau semua tuduhan dijatuhkan kepada saya,” tambahnya.

Mendengar pesan putranya yang pasrah menerima tuduhan sebagai pembunuh Vina Cirebon, Kartini tak kuasa menahan tangis. “Anak saya sampai berpesan begitu.

Gimana hati seorang ibu mendengar seperti itu? Saya peluk anak saya sambil menangis, ‘Jangan ngomong gitu, cung.

Allah Maha Tahu, Allah Maha Besar, Allah Maha Mendengar apa yang kamu tidak pernah lakukan,'” ungkap Kartini dengan suara bergetar.

Kartini kemudian memeluk Pegi dengan erat, terlebih ia harus kembali pulang ke Cirebon setelah menemui anaknya di Mapolda Jabar.

“Saya sakit mendengar anak saya difitnah segitu kejam, sedangkan dia adalah tulang punggung keluarga saya sejak kecil,” katanya dengan penuh kesedihan.

Pegi telah bersumpah di hadapannya sebagai ibu bahwa ia tak pernah melakukan perbuatan sekejam itu. “Anak saya bersumpah, anak saya tak pernah melakukan kejahatan seperti itu.

Anak saya di mata saya adalah anak yang baik dan jujur walaupun anak saya jelek,” katanya.

Terakhir, Kartini berharap keadilan hukum untuk sang anak. “Teliti dulu sebelum menangkap, jangan asal tangkap, anak saya tidak salah apa-apa. Kalau iya dia melakukan kejahatan toh dia pasti bertanggung jawab.

Dia tidak bertanggungjawab karena dia tidak melakukan kejahatan itu,” ujarnya. “Saya berdoa semoga anak saya terbebas dari fitnah ini dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” pungkasnya.(PC1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *